Muslimah Wajib Baca; 6 Cara Melupakan Mantan Menurut Agama Islam

Bila Istrimu masih mengingat-ingat mantannya. Seseorang selalu memiliki masa lalu yang berbeda-beda. Terdapat beberapa orang yang memiliki masa lalu yang kelam. Atau bahkan tidak bisa melupakan mantannya sendiri, meskipun orang itu sudah menikah. Lantas, bagaimana hukumnya?.

Wanita yang sudah menikah sejatinya haruslah memandang suaminya seoarang, bukan suaminya seseorang. Sangat disayangkan jika terdapat wanita yang masih memandang suaminya seseorang dan tidak memandang suaminya sendiri.

Seorang istri tidak boleh melabuhkan pandangan berupa hasrat cinta selain kepada suaminya. Karena, terdapat beberapa alasan yang mengungkapkan perihal tersebut:

-Dia wajib ghodhul bashor (menundukkan pandangan) kepada selain mahrom. Dan khusus pandangan yang bersifat syahwat, hanya boleh kepada suaminya sendiri. Perintah ini tertuang dalam Al-qur’an surat An Nur ayat 31.

-Jika dia masih menyimpan cintanya kepada laki-laki lain selain suaminya, seperti mantan pacar, maka dikhawatirkan ia akan mengkhayalkannya. Termasuk ketika melayani suaminya. Bisa saja terjebak dalam zina hati.

Rasulullah SAW. menyatakan bahwa zina ada banyak macamnya.

“Zina mata dengan melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bercakap, tangan zinanya berpegangan, kaki zinanya melangkah dan hati zinanya berhasrat, membayangi dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kemaluan.” (HR. Bukhari).

-Cinta itu memang tidak bisa ditolak datangnya. Namun bisa dicegah dan dikendalikan. Maka, kesalahan yang sering menyebabkan cinta yang salah menjadi berkembang, adalah karena dipupuk dan disirami. Kesalahannya adalah karena melakukan kontak, menjalin pertemanan di media sosial,

Mengikuti terus beritanya dan lain sebagainya yang dapat menumbuhkan rasa senang, simpati, rindu dan cinta. Caranya adalah dengan memutus hubungan dengannya. Karena hal tersebut merupakan hubungan yang salah.

-Jalan menuju surga seorang istri terletak pada suami. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berbakti kepada suami, hingga suami ridho terhadap istrinya. Berbakti ini menjadi mudah, menyenangkan dan membahagiakan bila istri mencintai suaminya.

-Maka dari itu, istri harus melupakan mantannya. Lihatlah kebaikan dan perjuangan bahkan kelebihan suami. Dan jangan lihat pada kekurangannya.

-Carilah ilmu sebagai wanita shalihah dan moonlah kepada Allah SWT untuk dikaruniai cinta kepada suaminya. Semuanya dilakukan hanya dalam rangka memudahkan istri berbakti kepada suaminya. Allah SWT maha membolak balikkan hati. Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyanyang kepada hambanya yang memohon ampunan dan kasih sayang.

Jika seorang mantan menginginkan untuk menjalin silaturahim, maka sebaiknya istri menolaknya dengan kata-kata yang halus dan tidak menyinggung perasaan selain itu, kita juga menjaga perasaan dari suami agar tidak menimbulkan kecemburuan.

Dalam islam, tidak ada silaturahim dengan mantan, yang ada hanyalah silaturahim bersama kerabat dikarenakan ada hubungan rahim. Hubungan antara laki-laki dan perempuan hanyalah sebatas muamalah saja. dan hubungan khusus atau persahabatan yang hakiki hanya ada dalam pernikahan, yakni antara istri dan suami. Semoga bermanfaat.